top of page

Gandeng Humanis dan DBS Foundation, Yayasan Alfa Omega (YAO) PerkuatKetahanan Pangan dan Gizi 8.000 Petani di Flores Lewat Proyek FEAST

  • 12 Feb
  • 2 menit membaca

FLORES, NTT – Yayasan Alfa Omega (YAO) terus memperkuat komitmennya dalam

menangani isu kerawanan pangan dan stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui

kolaborasi strategis dalam proyek FEAST (Flores Empowerment for Agricultural Sustainability

and Transformation), YAO kini tengah mendampingi ribuan keluarga petani di Flores untuk

menghadapi dampak perubahan iklim melalui diversifikasi pangan lokal dan edukasi gizi.

Proyek yang didukung oleh DBS Foundation dan Humanis (Yayasan Humanis dan Inovasi

Sosial) ini menargetkan 28.040 penerima manfaat, termasuk 8.000 petani (dengan minimal

50% perempuan) yang tersebar di wilayah Flores.

Peran Strategis YAO: Dari Kebun ke Meja Makan Dalam konsorsium yang dikoordinir oleh ASPPUK ini, YAO memegang peran vital pada komponen diversifikasi pangan dan gizi

keluarga. Direktur YAO, Marten Malo, menjelaskan bahwa fokus utama YAO adalah

memastikan hasil pertanian tidak hanya dijual, tetapi juga dikonsumsi untuk memperbaiki

status gizi keluarga petani.

"Tantangan di Flores bukan hanya soal memproduksi tanaman pangan, tetapi bagaimana menghadapi iklim yang tidak menentu dan memastikan anak-anak kita tidak mengalami stunting. Melalui FEAST, kami mengajak masyarakat kembali mencintai pangan lokal yang bergizi," ujar [Emmy].

Intervensi Nyata di Lapangan Memasuki tahun pertama pelaksanaan (2025-2026), YAO telah dan sedang menjalankan beberapa aktivitas kunci: "Edukasi Gizi" & "Food Diary" : Melatih 40 Village Champions (kader desa) untuk memantau pola makan keluarga petani melalui buku harian pangan (Food Diary).

Pengembangan Resep Lokal: Riset dan penyusunan buku resep berbasis pangan lokal untuk mengembalikan menu sehat yang terjangkau bagi masyarakat desa. Festival Pangan Lokal: Persiapan ajang promosi pangan lokal untuk meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya diversifikasi konsumsi.

Menjawab Krisis Iklim dan Stunting Data menunjukkan tingkat kerawanan pangan di NTT mencapai 21,5%, jauh di atas rata-rata nasional. Kondisi ini diperparah oleh perubahan pola curah hujan yang mengancam panen padi dan jagung. Program FEAST hadir sebagai solusi integratif yang menggabungkan pertanian cerdas iklim (Climate-Smart Agriculture) dengan perbaikan perilaku makan di tingkat rumah tangga.

"Kami percaya bahwa ketahanan pangan dimulai dari piring makan di rumah. Dengan

memberdayakan ibu-ibu petani untuk mengolah pangan lokal yang beragam, kita sedang

membangun fondasi kesehatan generasi Flores masa depan," tutup [Marten].

 
 

© 2025 by It Yao Kupang.

Terms & Conditions

|

Privacy Policy

|

Accessibility Statement

bottom of page