Tinjau Transformasi Kelembagaan, Delegasi Mission 21 Swiss Kunjungi YAO GMIT Center
- 6 hari yang lalu
- 2 menit membaca

KUPANG, – Yayasan Alfa Omega (YAO) GMIT menerima kunjungan resmi dari perwakilan lembaga misi internasional asal Swiss, Mission 21, pada Kamis (4/6). Agenda kunjungan lapangan yang berpusat di Kantor Pusat YAO GMIT, Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang ini bertujuan untuk melihat secara langsung akselerasi pembenahan tata kelola organisasi serta program pemberdayaan yang sedang berjalan.
Pertemuan strategis ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan sehari sebelumnya, di mana Mission 21 bersama GMIT telah sukses menyelenggarakan Workshop Tata Kelola Organisasi dan Pengurangan Risiko Bencana di Hotel Harper Kupang.
Kehadiran para delegasi disambut langsung oleh Ketua Pengurus YAO GMIT, Drs. Nithanel Pandie, MM, bersama jajaran fungsionaris yayasan. Dalam sesi dialog interaktif, pihak yayasan memaparkan peta jalan (roadmap) revitalisasi kelembagaan yang berhasil membawa YAO GMIT bangkit dari masa stagnasi operasional menjadi organisasi yang lebih dinamis.

Drs. Nithanel Pandie, MM menerangkan bahwa restrukturisasi internal YAO GMIT tidak sekadar menyentuh pembenahan administratif, melainkan didesain untuk melahirkan model pelayanan yang berdampak langsung pada penguatan ekonomi masyarakat akar rumput.
Di hadapan mitra internasional tersebut, YAO GMIT menjabarkan sejumlah inisiatif konkret di sektor ketahanan pangan. Salah satu program unggulannya adalah pengembangan peternakan ayam pedaging modern terpadu yang dikelola melalui sistem kemitraan dengan kelompok peternak lokal. Selain itu, yayasan juga memperluas cakupan programnya lewat budidaya perikanan air tawar serta penerapan ekosistem pertanian organik berbasis kelestarian lingkungan.
Langkah nyata pemberdayaan ini juga menyasar langsung sektor domestik jemaat melalui penyediaan kepastian pasar (guaranteed market). Melalui skema tersebut, sekitar 100 kepala keluarga di lingkungan Jemaat Rehobot Fatuknutu dan Haumeni Nisum mendapatkan pendampingan intensif, mulai dari pelatihan pembuatan pupuk bokashi secara mandiri hingga strategi penguatan manajemen usaha tani demi menjamin hasil panen yang kompetitif.
Ekspansi program YAO GMIT kini juga menyentuh sektor kesehatan anak sekolah melalui komitmennya menyukseskan kebijakan pemenuhan gizi nasional. Yayasan secara mandiri mengoperasikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui fasilitas dapur operasional terpadu. Dapur SPPG ini memiliki kapasitas produksi besar yang memasok sekitar 3.000 porsi paket pangan sehat setiap hari untuk didistribusikan ke 19 institusi pendidikan di wilayah sekitar.
Melengkapi portofolio transformasinya, kawasan YAO GMIT Center saat ini sedang ditransformasikan menjadi pusat agrowisata edukatif di Kabupaten Kupang. Konsep yang diusung memadukan rekreasi keluarga dengan pusat studi lapangan bagi masyarakat. Proses konstruksi berbagai sarana penunjang sedang berjalan di lokasi, mencakup area bermain anak, kolam renang berbagai usia, gerai kafe, hingga zona percontohan edukasi pertanian dan peternakan terintegrasi.

Akselerasi perubahan yang ditunjukkan oleh YAO GMIT menuai pujian dari perwakilan Mission 21 Swiss, Dr. Claudia Bandixen, yang hadir didampingi oleh Koordinator Program untuk Indonesia, Dorothea Loosli. Dr. Claudia mengapresiasi efisiensi tata kelola yayasan yang sukses menyelaraskan misi sosial keagamaan dengan manajemen unit bisnis yang profesional dan berkelanjutan. Pihak Mission 21 menegaskan komitmen kuat mereka untuk terus memperkuat kemitraan strategis ini dan menjadikan YAO GMIT sebagai salah satu model percontohan berskala global.
Menutup rangkaian kunjungan, Sekretaris Pengurus YAO GMIT menegaskan bahwa seluruh proses hukum dan langkah pembenahan organisasi selalu bertumpu pada koridor regulasi yang berlaku demi menjamin keberlanjutan. Selain aspek legalitas, penguatan akuntabilitas finansial menjadi pilar utama melalui penerapan sistem pelaporan keuangan yang ketat dan siap diaudit.
Kunjungan ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh elemen YAO GMIT untuk menjaga konsistensi kinerja, memperkuat sinergi lintas sektor, serta memastikan perluasan dampak kebermanfaatan bagi kesejahteraan masyarakat luas.



